Kapolda Riau: Gajah Diburu untuk Gading

oleh -45 Dilihat

Kapolda Riau menegaskan bahwa motif utama di balik kematian gajah liar di wilayah hukumnya murni karena aktivitas perburuan liar untuk mengambil gading. Pernyataan tegas ini muncul setelah tim penyidik menemukan bukti-bukti kuat adanya keterlibatan sindikat perdagangan organ satwa yang terorganisir. Bahkan, kepolisian kini tengah melacak jalur distribusi gelap yang menghubungkan para pemburu lokal dengan pasar internasional.

Polda Riau tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi para perusak ekosistem dan penganiaya satwa lindung di Bumi Lancang Kuning. Oleh karena itu, Kapolda memerintahkan seluruh jajaran Polres untuk memperketat patroli di kawasan hutan yang menjadi habitat asli gajah sumatera. Polisi memandang bahwa aksi kejam ini bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan ancaman serius terhadap warisan alam dan identitas daerah.

Jejak Kejam Sindikat Pemburu

Para pemburu biasanya menggunakan cara-cara yang sangat tidak manusiawi, seperti memasang jerat kabel atau menaruh racun di sumber makanan gajah. Selain itu, pelaku sengaja mengincar gajah jantan dewasa yang memiliki ukuran gading besar guna mendapatkan keuntungan ekonomi yang fantastis. Sebab, permintaan pasar gelap terhadap gading gajah masih sangat tinggi meskipun dunia internasional telah melarang keras perdagangannya.

Akibatnya, populasi gajah sumatera di Riau kini berada dalam kondisi yang sangat kritis dan terancam punah jika aksi perburuan tidak segera berhenti. Namun, polisi telah mengidentifikasi beberapa nama yang

Baca juga:Gajah di Riau Ditemukan Tewas Mengenaskan, Kasus Diselidiki

Cek Lokasi Pembunuhan Gajah, Kapolda Riau: Pengusutan Gunakan Scientific  Crime Investigation | Halaman Lengkap

diduga kuat menjadi otak di balik serangkaian kasus kematian gajah baru-baru ini. Selanjutnya, tim khusus Ditreskrimsus akan melakukan pengejaran lintas provinsi untuk menangkap para pelaku yang sering berpindah tempat persembunyian.

Sinergi Penegakan Hukum dan Konservasi

Kapolda menekankan pentingnya kerja sama antara Polri, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), dan kelompok aktivis lingkungan. Bahkan, kepolisian akan melibatkan ahli forensik hewan untuk memastikan penyebab pasti kematian setiap bangkai gajah yang ditemukan di lapangan. Oleh sebab itu, validitas barang bukti akan menjadi kunci utama dalam menjerat para pelaku dengan hukuman maksimal di pengadilan.

“Kami akan mengejar para pemburu gading ini sampai ke lubang persembunyian mana pun. Oleh karena itu, saya minta masyarakat jangan takut untuk melapor,” tegas Kapolda Riau.

Selanjutnya, polisi akan memperketat pengawasan di pintu-pintu keluar pelabuhan dan bandara guna mencegah pengiriman gading hasil buruan ke luar daerah. Dengan demikian, ruang gerak sindikat perdagangan satwa ini akan semakin sempit dan memudahkan petugas untuk melakukan penangkapan.

Edukasi Masyarakat di Sekitar Hutan

Selain upaya penegakan hukum, Kapolda juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian gajah sebagai bagian dari ekosistem hutan. Sebab, konflik antara manusia dan gajah sering kali menjadi pintu masuk bagi para pemburu liar untuk melancarkan aksinya dengan kedok pengamanan. Oleh karena itu, edukasi mengenai cara penanganan konflik satwa yang benar menjadi sangat vital agar warga tidak bertindak anarkis terhadap gajah.

Berikut adalah tiga poin utama langkah Kapolda Riau:

  1. Satgas Khusus: Membentuk tim pemburu sindikat gading yang bekerja secara rahasia dan taktis di lapangan.

  2. Operasi Terpadu: Melakukan razia rutin di kawasan hutan produksi dan hutan lindung yang rawan perambahan.

  3. Hukuman Maksimal: Mendorong jaksa untuk memberikan tuntutan paling berat bagi pelaku guna memberikan efek jera secara luas.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.